Tantang Duel Kasatlantas, Pemuda Ini Mewek Ketika Ditangkap

 

Kerinciexpose.com - Polisi menangkap seorang pemuda yang bernama Habibi (22) di jalan Tanjung, perbatasan Sampang, Pemekasan, Madura.

AKP Ayip membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, motor yang dikendarai pemuda bernama Habibi (22) itu dihentikan anggota lalu lintas di Jalan Tanjung, perbatasan Sampang-Pamekasan, Madura jelang maghrib, Rabu (19/5/2021).

"Motor itu dihentikan anggota karena ditumpangi tiga orang, berknalpot brong dan semuanya tanpa memakai helm," ungkap Ayip saat dikonfirmasi jatimnow.com, Selasa (25/5/2021).

Ayip menyebut, saat dihentikan itulah, Habibi sebagai joki justru mengarahkan motornya ke arah polisi. Setelah berhasil dihentikan, Habibi memprovokasi warga di sekitar lokasi.

"Jokinya (Habibi) berteriak ke warga bahwa dia dipukul polisi," tambahnya.

Mendapat laporan potensi adanya chaos, Ayip langsung menuju lokasi kejadian untuk meredam emosi warga. Setelah memberikan penjelasan ke warga bahwa tidak ada pemukulan yang dilakukan anggotanya, warga akhirnya bubar.

"Kemudian saya datangi rumah si joki ini di Camplong, Sampang untuk meminta klarifikasi kepada si joki tersebut. Namun si joki ini malah menantang saya. Beruntung warga tidak terpancing emosinya sehingga suasana tetap kondusif," papar dia.

Mantan Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ini menyebut, pada malam harinya, dia bersama sejumlah anggota Satreskrim Polres Sampang mengamankan si joki di rumahnya.

"Joki itu kita bawa ke polres untuk kami mintai klarifikasi. Dia akhirnya mengaku tidak ada pemukulan yang dilakukan polisi terhadap dirinya," ungkap Ayip.

Selain itu, lanjut Ayip, Habibi mengaku bahwa saat itu dirinya emosi dan pusing lantaran pada pagi harinya menenggak minuman keras (miras).

"Ngakunya dalam pengaruh alkohol karena habis minum anggur merah. Saat kami amankan, dia nangis terus. Mewek," tambahnya.

Setelah mengaku kesalahannya dan membuat surat pernyataan bahwa tidak ada pemukulan yang dilakukan polisi serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, pada Subuh, Habibi diperbolehkan pulang.

"Kami imbau semua pengendara taat dan patuh aturan lalu lintas untuk keselamatan diri sendiri maupun masyarakat. Sedangkan untuk masyarakat di Sampang, jangan mudah terprovokasi bila belum tahu duduk perkara yang sebenarnya," tandas Ayip.

Sumber: Kumparan.com