Lelet

Musri Nauli 

Menghadapi pandemik covid 19 yang kemudian meruntuhkan Seluruh kehidupan sosial dan ekonomi kadangkala dibutuhkan cara-cara yang luar biasa. Tidak hanya dengan cara-cara biasa dalam keadaan normal. 

Diibaratkan “kanker”, maka ancaman nyawa sewaktu-waktu akan melayang. Dan kita kemudian berkejaran dengan waktu untuk menghadapinya. 

Namun kadangkala berbagai struktur Pemerintahan masih juga lambat untuk menghadapi ancaman ini. 

Lihatlah. Jangankan mempersiapakan kebutuhan bahan pokok sebagaimana mandat dari regulasi, target vaksinasi penduduk Indonesia mencapai 208 juta di tahun 2021 masih jauh dari harapan. 

Menurut Menkes, hingga senin yang lalu, sudah mencapai 83 juta vaksin. Dengan demikian maka diperlukan 140 hari lagi. Dengan asumsi, vaksin pertama dan kedua dapat dikejar. 

Padahal sampai dengan 17 Agustus 2021, rata-rata vaksinasi harian mencapai 1,15 juta dosis.

Vaksinasi diperlukan agar selain tubuh menjadi imun menghadapi virus yang kemudian menyebar di dunia, juga dapat terbangun kekebalan tubuh. Sehingga dapat menghalau virus yang menyerang tubuh. 

Namun semangat dan kerja keras Presiden Jokowi masih banyak menghadapi kendala di Lapangan. 

Berbagai perangkat Daerah termasuk Jambi Malah berkutat dengan persoalan nakes yang baru dibayarkan, cara pandang melihat pandemik yang dengan cara normal hingga berbagai persoalan teknis yang justru malah menjadi penghambat. 

Dukungan dari Rakyat dengan terus mengkampanyekan menolak sekaligus menimbulkan polemik ditengah masyarakat justru mengganggu konsentrasi Pemerintah menghadapi pandemik. 

Sehingga tidak salah kemudian, dukungan dari Rakyat diperlukan agar krisis ini segera berlalu.