Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dihadapan Abdullah Sani, Hardizal Nyatakan Keberatan PDIP Mengusung Fikar

Wakil Ketua DPD PDIP Jambi Abdullah Sani saat menghadiri Konsolidasi Partai (doc/064)
SUNGAIPENUH, KE - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hari ini selasa, (28/01/2020) melaksanakan Konsolidasi Partai yang dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPD PDIP Jambi Abdullah Sani.

Dalam kunjungannya, Abdullah Sani langsung disambut ketua DPC PDI perjuangan kota sungai penuh Hardizal S.Sos MH beserta pengurus DPC PAC dan Kader PDI perjuangan Sungai Penuh. 

Dilansir dari Media Portalbuana.com ketua DPC PDI perjuangan kota Sungai Penuh Hardizal S.Sos MH mengatakan " Dalam rangka memantapkan peraturan partai PDI perjuangan No 09 tahun 2019 tentang konsilidasi dan sosialisasi partai Dmana pembentukan pengurus anak ranting, dan pengurus anak cabang. Mengacuh pada peraturan tersebut," kata Hardizal.

Dalam kesempatan ini kami menyampaikan bahwa provinsi jambi dan kota sungai penuh Pada tahun 2020 ini akan menyelenggarakan pesta demokrasi Pilgub dan Pilwako. Maka dari itu kami sepakat harga mati mengusung KH abdullah sani sebagai calon wakil gubernur Provinsi jambi.

Namun pada pilwako kota sungai penuh dalam rekomendasi dari DPD nanti kami minta agar jangan terburu buru mengeluarkan rekomendasi tersebut. Karena kota sungai penuh ini unik. Untuk saat ini memang fikar azami anak dari walikota sungai penuh boleh dikatan sudah siap perahu untuk berlayar.

Namun dalam arti kata bukan dipastikan sebagai pemenang pilkada 2020 nanti. Kami berkeinginan bahwa apabila DPD dan DPP telah menentukan sikap siapa rekomendasi yang akan dikeluarkan nantinya. Untuk diketahui apabila kecamatan sungai penuh kecamatan sungai bungkal kecamatan pondok tinggi menyediakan satu calon maka peta politik secara drastis akan berubah.

Oleh sebab itu kami mohon jangan terburu buru lebih baik kita menunggu karena kita di kota sungai penuh hanya satu kursi. Tetapi walaupun satu kursi kita bisa sebagai penentu nantinya. Boleh dikatakan 5 kandidat yang akan bertarung dipilwako nanti berebut agar kita mengeluarkan rekomendasi nantinya. 

"Perlu saya sampaikan kepada DPD untuk dukungan ke fikar azami jujur saya katakan selaku ketua DPC saat ini seandainya fikar azami hanya sekedar memakai perahu PDI perjuangan lebih baik tidak sama sekali, Terkecuali fikar azami mau menggandeng dari kader PDI perjuangan sebagai wakil Walikota nantinya. Kalau hanya sekedar memakai perahu secara terhormat lebih baik tidak usah sama sekali dari pada kita makan hati," ungkap Hardizal.

"Untuk Fikar Kalau hanya sekedar memakai Partai saja lebih baik tidak usah kita usung, kenapa saya mengatakan hal demikian? Saya sudah mengalami sejak priode pertama PDI perjuangan mengusung walikota yang sekarang orang tua dari fikar azami. Mohon maaf perlu saya sampaikan. Saya bukan bicara yang bukan bukan boleh dibuktikan secara hukum pada saat itu saya secara kepartaian dan secara material malahan beliau meminjam uang saya. Namun apa jadinya. Setelah terpilih menjadi walikota tidak ada sama sekali memperhatikan partai PDI perjuangan," tegasnya.

Begitu juga pada priode ke 2 PDI mengusungkan lagi AJB namun hal yang sama terjadi lagi. Dari 3 kursi dilegislatif sekarang PDIP hanya tinggal 1 kursi apakah itu yang dinamakan ingin membesarkan PDI perjuangan? Ungkap  ketua DPC PDI perjuangan kota sungai penuh Hardizal S.Sos MH.(064)