Opini Musri Nauli: Kesaktian Kitab Tanjung Tanah (2)

Musri Nauli 

Sebelum membahas Kitab Tanjung Tanah, maka kita kilas balik literatur dan teori tentang Melayu sebelum Kitab Tanjung Tanah ditemukan oleh Uli Kozok. 

Pada awal abad ketujuh belas kebudayaan, Melayu merupakan salah satu kebudayaan ter- penting dan berpengaruh di Nusantara dan bahasa Melayu yang telah sangat dipengaruhi oleh agama Islam dengan masuknya ratusan kata serapan dari bahasa Arab dan Parsi (Persia). 

Bahkan Bahasa Melayu Tetap dipilih para misionaris untuk menyiarkan agama nasrani. Baik bangsa Portugs dan dilanjutkan bangsa Eropa lainnya seperti Belanda, Inggeris. 

Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa pengantar dan komunikasi Seluruh kawasan dalam jajahan Inggeris dan Belanda. 

Bahasa Melayu kemudian menjadi bahasa Nasional seperti Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura. Dengan jumlah penutur mencapai 250 juta orang. 

Sementara itu, prastasi yang ditemukan periode Kerajaan Sriwijaya (abad 7) menunjukkan bahasa Melayu. Sehingga Bahasa Melayu dapat dibuktikan bahasan yang sangat tua. 

Namun diluar dari prasasti, pengetahuan tentang bahasa Melayu yang dituliskan tidak dapat bertahan lama. Selain iklim tropis juga akibat lain. Seperti kebakaran, bencana alam dan sebagainya. 

Selain itu, aksara yang digunakan mirip huruf Jawi menyebabkan, para pakar meragukan adanya tradisi dituliskan didalam naskah sebelum kedatangan Islam. 

Namun ditemukannya naskah Kitab Tanjung Tanah yang berasal dari abad 14, justru menunjukkan keluhuran dari masyarakat Kerinci yang merawat kitab leluhur dari nenek moyang. 

Dengan ditemukannya Kitab Tanjung Tanah, masyarakat Kerinci dapat mematahkan teori tentang anggapan tradisi penulisan Melayu yang menggunakan kulit Kayu sebagai media tulis sebelum kedatangan Islam. 

Tidak ada lagi alasan untuk menolak, sebelum kedatangan islam, naskah Melayu yang dituliskan di media lain seperti buluh, daun palem sudah berkembang sejak abad VII. Dengan ditemukan naskah kitab Tanjung Tanah maka berbagai teori tentang sejarah aksara di Melayu mesti ditinjau ulang. 

Advokat Tinggal di Jambi