Opini Musri Nauli: Surat Kerajaan untuk Kerinci (2)

Opini Musri Nauli

Musri Nauli

Naskah ini merupakan piagam ditujukan kepada Dipati atau Depati Suta Menggala.

Depati Suta Menggala dikenal didalam dialek yang berbeda di Koto X, Marga Sungai Tenang, Merangin.

Masyarakat Desa Tanjung Benuang memberikan gelar kepada Kepala Desa dengan ikrar Depati Suko Menggalo. Ikrar ini tercantum didalam Peraturan Desa Tanjung Benuang Nomor 9 Tahun 2011.

Naskah lain juga menyebutkan (1) “Sallahu’alaihi wasallam” pada nama Panembahan (2) menggaduhkan  kepada Depati ada nama Mansar bin Hamda (3) lulah dan pada tahun Dal barulah Tanah Saliman seulu (4) sehilirnya selupak sedanaunya serimba sabengkuwa- (5) ngnya, airnya satitik ikan saikur semuwa se-mantinya (?)(6) secupak segantangnya, selanggamnya manti yang ber (7) lima Depati Suta Menggala yang punya se(h)ukum se-adat (8) nya sepemirati jika pasaranpati bayubi (9) dan jangan dilalu titah Panembahan, tammat.

Naskah yang lain juga menyebutkan titah dari Sultan Ahmad Syah yang berbunyi “......(23) dan yang mempunyai pohon Naga Tarum yang bertatahkan rotan mutu manikam dan yang mempunyai aur paranau. Telah (24) kami junjungkan kepada Depati Empat , (pemangku) lima dengan Depati Uda Menggala karena kami menitahkan ra... depati  kepada Depati (25) Empat karena kami hendak melihat sumpah setia nenek moyang kita yang dahulu, seperti keris yang dipegang oleh Depati (26) Empat, matanya kepada Depati Empat sarungnya tinggal di Pagaruyung, itulah teguh sumpah setia nenek moyang kita (27) yang dahulu, itulah tandanya hamba oleh kami. Lagi pula tongkat Ma(n)sat yang dibawa oleh Patih Sawatang dipegang oleh Depati (28) Empat dalam Kerinci.

Itulah tandanya teguh sumpah setia nenek moyang kita, hamba oleh kami. Sekarang adakah Depati Empat (29) teguh memegangkan sumpah setia nenek moyang kita, mengaku tuwan Depati Empat kepada kami?

Atau tiadakah? Itupun kami hendak tahu. Jikalau ada Depati (30) Empat lagi teguh memegangkan sumpah nenek moyang kita, mengaku kepada kami. Karena kami mendapat malu kami hendak bekerja. (31) Jikalau ada mengaku tuan Depati Empat kepada kami baiklah kita bekerja apabila sampai kerja kita bandala amba... (32) oleh Depati Empat, barang apa kehendak Depati Empat kepada kami, kami beri karena Depati Empat ...kar baik- baik. Adapun lagi (33) mencangat senjata kepada anak Catri tiga tali serta orang banyak sebab itulah maka kami menyuruh kepada Depati (34) Empat baik juga bekerja sama-sama dengan kami.

Adapun kami seperti ‘alam Sungai Pagu, suruh kami suruhi karena ka... (35) kami ini lalu ke Tanah Rejang lalu ke Tanah ...pang. Jikalau tiada mau bekerja sama-sama dengan kami, tanggallah sumpah setia nenek moyang (36) kita yang dahulu kepada Depati Empat tiadalah tanggal kepada kami. Tetapi, baik jua hendak kami carikan bandar.

Berbagai piagam yang ditujukan kepada tokoh yang bergelar Depati Suta Menggala, namun dikeluarkan pejabat kerajaan yang berbeda. Diantaranya Pangeran Suta Wijaya dari Jambi, pejabat Sultan Jambi yang bergelar Sultan Abdul Muhyi atau dikenal pula sebagai Sultan Anum Ingalaga, pejabat yang bergelar Pangeran Temenggung Mangku Negara dari Jambi.

Hak istimewa yang dimiliki oleh orang-orang Kerinci ini juga tertulis dalam teks naskah lain yaitu naskah TK 140 yang penggalannya berbunyi....”Jika mengadap ia ke hilir jadilah beraja ke Jambi. Jika mengadap ia ke barat, ialah ke tana Inderapura….

jika –orang Kerinci—menghadap ke hilir jadilah beraja ke Jambi, jika menghadap ke barat jadilah ia menjadi bagian Tanah Inderapura). Dalam hal ini, disebutkan bahwa orang Kerinci memiliki hak politik untuk memilih beraja ke Jambi di sebelah hilir maupun beraja ke Inderapura di sebelah barat sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini semakin memperkuat adanya hak politik istimewa yang diberikan oleh dua kerajaan tersebut kepada para penguasa lokal di Kerinci.

Makna “Inderapura” adalah kerajaan Vassal Minangkabau. Nama Kerajaan Indrapura ditemukan dalam tutur cerita rakyat di dataran tinggi Merangin, Jambi.

Advokat. Tinggal di Jambi