Penjual Es Kelapa Cantik ini Buat Warganet Gagal Fokus

Diana  Ela Sari

Kerinciexpose.com - Diana  Ela Sari, Perempuan yang berprofesi sebagai penjual es kelapa muda yang berasal dari Samarinda ini membuat Warganet gagal fokus.

Momen tersebut dibagikan Diana Ela Sari lewat akun @Dianaelasari di TikTok, pada Senin (19/4/2021). Dalam video berdurasi kurang dari semenit tersebut, tampak Diana sedang memilih-milih kelapa muda untuk dipotong.

Setelah dipilih, kelapa muda tersebut langsung ditebas Diana menggunakan parang. Caranya mengupas kelapa pun sudah terlihat begitu fasih, seperti tukang kelapa pada umumnya.

“Kenalin saya penjual es kelapa dari Samarinda,” kata Diana sambil menuangkan es kelapa ke dalam gelas.

Setelah menuang es kelapa di dalam gelas, giliran Diana mencampurkannya dengan sirup dan kental manis. Terlihat bagian bawah es kelapa yang tampak segar dan cocok menjadi takjil tersebut berwarna putih, sementara bagian atasnya berwarna merah karena sirup.

Dalam videonya yang lain, Diana mengungkap dirinya anak bungsu dari empat bersaudara, kelahiran Samarinda, tapi lahir di keluarga Jawa. Mengutip Sekilas Info di Facebook, Diana terinspirasi jadi penjual kelapa usai melihat ayahnya memotong kelapa muda.

Adapun selain membantu menjual kelapa di warung orang tuanya, perempuan yang lulus dari Politeknik Negeri Samarinda pada tahun 2020 itu juga menyempatkan diri menjadi penari tradisional hingga penyanyi.

Bila ingin mencoba es kelapa muda dagangan Diana tersebut, bisa datang ke Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Gunung Lipan, Samarinda, Kalimantan Timur, tepatnya di GOR Segiri.

Kini unggahan tersebut pun viral, ditonton lebih dari 15 juta kali dan disukai oleh lebih dari 1 juta orang. Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan yang merasa salut dengan aksi Diana.

“Pantes aku lagi hamil 8 bulan doyan air kelapa, suami selalu gercep beliin. Ternyata pedagangnya syantik,” ujar akun @princessscr.

“Cantik banget. Udah kayak artis, tapi masih mau jualan kayak gitu, salut,” kata akun @yunitaanggraeni598.

Sumber: Kumparan